Gula
Created by meganusa

Dampak Berbahaya dari Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Diposting pada

Sebagian besar dari kita menikmati cara gula membuat makanan terasa  lebih nikmat. Bahkan ada perkataan bahwa mengonsumsi makanan manis bisa membuat mood membaik dan menjadi lebih senang.

Akan tetapi  perlu anda ketahui bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan secara teratur juga dikaitkan dengan efek samping yang tidak menyenangkan, seperti perubahan nyata dalam memperngaruhi fungsi otak hingga memperngaruhi tingkat stres Anda. Berikut artikel di bawah ini akan membahas mengenai dampak berbahaya dari terlalu banyak mengonsumsi gula.

Dapat Mempengaruhi Fungsi Otak

Terlalu banyak gula dapat mengubah fungsi otak Anda dan telah dikaitkan dengan penurunan kognitif dan gangguan degeneratif seperti penyakit Alzheimer dan demensia.

Sebuah penelitian tahun 2015 juga menyimpulkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula menyebabkan berbagai gangguan memori dan kognitif tanpa memandang usia.

Para penulis berpendapat bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh efek peradangan lemak dan gula pada sistem saraf pusat dan hipokampus. Itu adalah wilayah otak yang, antara lain, mengontrol jenis memori tertentu dan respons kita terhadap isyarat lapar.

Dapat Menyebabkan Meningkatnya Keinginan Mengidam Gula

Mengonsumsi gula dalam jumlah besar akan meningkatkan pusat penghargaan dan nafsu makan di otak. Lama kelamaan hal itu dapat mengganggu perasaan kenyang dan puas sehingga Anda kurang puas dengan jumlah gula yang sama.

Hal ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan pola kecanduan seperti mengidam makanan manis dan makan berlebihan, sehingga menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

Kulit Lebih Cepat Menua

Mengonsumsi banyak gula dapat menghambat perbaikan kolagen. Kolagen adalah protein yang membuat kulit tampak kenyal dan sehat, dan kekurangannya menyebabkan kulit menjadi lebih tipis dan penuaan kulit. Pola makan makanan manis yang terus-menerus juga dapat mengakibatkan berkurangnya elastisitas, penyembuhan luka yang buruk, dan kerutan dini karena cara kerja tubuh. memecah gula yang berlebihan.

Dapat Meningkatkan Tingkat Stres

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa makanan manis dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol dalam jangka pendek, namun dapat menimbulkan masalah dalam jangka panjang.

Sebuah penelitian kecil pada tahun 2015 menemukan bahwa beberapa orang yang sedang stres mungkin lebih rentan menjadi kecanduan makanan manis karena makanan manis melepaskan bahan kimia yang menenangkan otak.

Namun, efeknya hanya bersifat sementara, dan perasaan stres dapat muncul kembali, hanya sedikit lebih buruk dari sebelumnya, sehingga menyebabkan konsumsi gula lebih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *