Stres
Created by meganusa

7 Dampak Stres Terhadap Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui

Diposting pada

Stres bisa terjadi kapan saja, entah karena pekerjaan, masalah keuangan, atau perselisihan dengan pasangan. Jika tidak dikelola dengan baik, dampak dari stres dapat berdampak buruk pada kesehatan, berikut di bawah  ini terdapat 7 dampak stres terhadap kesehatan yang wajib anda ketahui.

Sakit kepala

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem ini bertanggung jawab untuk merespons stres. Saat Anda merasa stres, hipotalamus di otak memerintahkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Pelepasan dari dua hormon ini meningkatkan jalan pernapasan dan detak jantung. Pelebaran pembuluh darah di lengan dan kaki juga terjadi.

Jika stres bisa diatasi, sistem saraf pusat memerintahkan tubuh untuk kembali ke kondisi normal. Namun, jika stres tidak dikendalikan, Anda justru bisa mengalami sakit kepala bahkan insomnia.

Masalah pernafasan

Stres berat berpotensi menyebabkan sesak napas. Pernapasan menjadi lebih cepat sebagai upaya mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tidak menjadi masalah berarti. Namun, pada orang yang memiliki riwayat asma atau emfisema, dampaknya bisa parah. Selain itu, pernapasan cepat atau hiperventilasi juga dapat menyebabkan serangan panik.

Sistem Kekebalan Tubuh

Stres dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh, dengan tujuan bersiap menghadapi situasi mendesak. Stimulasi ini memiliki tujuan  membantu menghindari infeksi serta menyembuhkan luka. Namun jika stres terus berlanjut dan terus menerus, maka hormon stres akan berperan dalam melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan respon tubuh terhadap masuknya mikroorganisme atau bakteri ke dalam tubuh. Seseorang yang mengalami stres kronis akan lebih rentan terhadap penyakit virus seperti flu dan pilek, serta infeksi lainnya. Stres juga dapat memperpanjang waktu pemulihan dari penyakit atau cedera.

Gangguan sistem imun

Saat Anda stres, tubuh merangsang kerja sistem kekebalan tubuh. Jika stres yang Anda rasakan bersifat sementara, hal ini akan membantu tubuh Anda mencegah infeksi dan menyembuhkan luka. Namun jika stres terjadi dalam jangka waktu lama, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang akan menghambat pelepasan histamin dan respon peradangan untuk melawan zat asing.

Akibatnya, orang yang mengalami stres kronis akan lebih mudah terserang penyakit, seperti influenza, pilek, atau penyakit menular lainnya. Stres kronis juga membuat Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit atau cedera.

Gangguan kehamilan

Pada ibu hamil, stres dapat menyebabkan gangguan kehamilan. Hal ini tidak hanya akan membahayakan nyawa ibu hamil, tapi juga janin dalam kandungan. Dalam beberapa kasus, stres yang berkepanjangan juga bisa mengakibatkan depresi.

Dampak stres yang berkepanjangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk menghindari dampak yang mungkin terjadi, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi stres.

Sistem Reproduksi

Pria menghasilkan lebih banyak testosteron saat stres. Kondisi ini bisa meningkatkan hasrat seksual dalam jangka pendek. Jika terus berlanjut dalam jangka waktu lama, kadar testosteron pria mulai menurun sehingga mengganggu produksi sperma yang dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi atau impotensi.

Gangguan siklus haid

Jika pada laki laki dapat menggangu produksi sperma, maka apabila stress pada wanita, salah satu dampak stres yang paling nyata adalah terganggunya siklus menstruasi. Saat stres, Anda mungkin mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, tidak menstruasi sama sekali, atau menstruasi lebih berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *